Minggu, 18 Maret 2012

TAK ADA KEHARMONISAN ABADI



tidak ada yang namanya keharmonisan abadi di dunia ini, yang ada hanyalah konflik abadi.
Masalahnya sekarang, bagaimana memanaged atau mengendalikan konflik, supaya tidak menimbulkan kefatalan.
Contoh : mulai dari struktur terkecil masyarakat, yaitu Keluarga.
Seumur hidup pasti ada saja konflik, konflik antara suami dengan istri, konflik antara anak dengan orang tua (ayah dan atau ibu), konflik antara adik dengan kakak, dst, itu pasti terjadi, bisa sering juga bisa jarang-jarang seumur hidup, demikian pula dengan keluargaku, dan itu terus berlangsung selama kita masih hidup, hanya timbulnya kadang-kadang sering, kadang-kadang jarang, SEIRING WAKTU KONFLIK SAAT ITU AKAN REDA DENGAN SENDIRINYA, walau pun konflik bisa saja terjadi lagi karena persoalan lain, maka yang TERPENTING BAGAIMANA MENGENDALIKAN KONFLIK yang TIMBUL TIDAK MENJURUS KE DALAM SITUASI YANG FATAL, misalnya : suami istri bercerai, anak lari dari rumah, kakak adik saling membacok/membunuh dst. 
Itu dalam satu keluarga, satu darah, apalagi dalam struktur yang lebih besar, contoh terakhir : KONFLIK KORUT VS KORSEL, AKHIRNYA TOCH REDA DENGAN SENDIRINYA, KARENA KORUT dan KORSEL MAMPU MENGENDALIKAN KONFLIK SAMPAI BATAS AMAN SAJA.
KONFLIK ABADI, SELAMA MANUSIA MASIH HIDUP, karena setiap manusia itu unik, tidak ada manusia yang sama persis dengan manusia lainnya dalam segala hal, termasuk dalam pola pikir dll.
Ideologi bisa sama, tetapi implementasi bisa berlainan dari satu orang ke orang yang lain, dari pemimpin yang satu ke pemimpin yang lain, contoh : Mao Tse Tung satu ideologi dengan Deng Tsao Ping, ideologi Marxis/komunis, tetapi penerapannya kan beda, demikian pula dengan, Cuba, Korut, China dll, juga Arab Saudi, Iran, Afganistan, Pakistan, Mesir, ideologi mereka dilhami Islam, tapi tidak ada yang sama persis, dan itu pada batas tertentu akan menimbulkan konflik di antara mereka.
Nah Thalut :
KONFLIK ABADI, SELAMA MANUSIA MASIH HIDUP.
TERPENTING : BAGAIMANA MENGENDALIKAN KONFLIK, SUPAYA KONFLIK YANG TERJADI TIDAK MENJURUS KE KEFATALAN ! (DI MANA PUN, KAPAN PUN, SOAL APA PUN, dan DALAM BENTUK APA PUN)
Salam buat semuanya. 

Bagaimana evolusi dunia menjadi Dunia yang dikuasai oleh sosialisme/komunisme



    • Tahap I : Dunia Demokrasi Barat, secara mengglobal s/d 2100
      Tahap II : (tercapai bisa dalam kurun waktu kurang dari 200 tahun, kenapa?) Demokrasi Kerakyatan
      Tahap III. (tercapai bisa dalam kurun waktu kurang dari 200 tahun, kenapa?) Masyarakat sosialis. Sosialisme mengglobal.
      Tahap IV : Tahap terakhir, Masyarakat Komunis. Komunisme mengglobal. Komunis yang sesuai dengan kemanusiaan dan kemanusiawian.
      PENJELASAN :
      Tahap I, yaitu tahap Demokrasi dan kapitalisme Barat mengglobal, tahap dimana dunia masih mampu mendukung kehidupan manusia, sumber daya alam masih melimpah, kepadatan penduduk masih relatif rendah (sekarang sekitar 6 - 7 milyar manusia). Dalam tahap ini memang sistem demokrasi barat dan kapitalismenya masih bisa hidup secara lumayan, dunia masih bisa mendukungnya.
      Kenapa demokrasi barat/kapitalisme bisa berkembang pada tahap ini, karena kekuatan militer dan teknologi dunia mutlak dikuasai barat yang falsafahnya kapitalisme dan dunia (sumber daya alam) masih bisa mendukungnya.
      Tahap II. Tahap Demokrasi kerakyatan : dalam tahap ini, dunia mulai mengalami krisis, sumberdaya alam mulai menyusut, jumlah manusia mencapai puncaknya, sekitar 10 - 15 milyar. Dalam keadaan seperti itu, manusia miskin meroket jumlahnya, negara miskin meroket pula jumlahnya di seluruh dunia, termasuk di dunia barat, terjadi gejolak sosial ekonomi yang parah di seluruh dunia, negara-negara berkembang sadar bahwa selama ini mereka ditipu barat, karena sumber daya alam hanya dikuasai negara barat dan itu pun sudah tidak mencukupin dunia barat sendiri, rakyat miskin di dunia barat pun melonjak jumlahnya.
      Terjadilah pembrontakan-pembrontakan rakyat miskin di seluruh dunia, termasuk di barat sendiri.
      Demokrasi barat dan kapitalismenya mulai goyang
      Akhirnya kekuasaan politik direbut oleh rakyat miskin di seluruh dunia, termasuk di negara-negara barat. Kekuasaan politik di tangan rakyat miskin di seluruh dunia, dengan sendirinya kekuasaan ekonomi juga jatuh ke tangan rakyat miskin.
      Setelah rakyat miskin di seluruh dunia berkuasa. Timbul kesadaran rakyat miskin bahwa sistem politik/demokrasi Barat dan sistem ekonomi kapitalis barat akan menimbulkan kiamat bagi rakyat miskin, karena selama ini Demokrasi barat dan kapitalismenya hanya digunakan barat/kaum kapitalis untuk menipu dan mengelabuhi rakyat miskin dan negara-negara miskin, maka rakyat miskin di seluruh dunia bersatu dan membentuk sistem demokrasi kerakyatan (demokrasi yang dikendalikan oleh rakyat miskin) yang mengglobal, sistem ekonomi kapitalis dibuang dan diganti sistem ekonomi yang mengabdi kepada kepentingan rakyat miskin. Terciptalah Demokrasi kerakyatan dan sistem ekonomi kerakyatan. Kekuasaan politik direbut rakyat miskin dan dikuasai rakyat miskin, dimana kekuasaan politik dikendalikan hanya oleh rakyat miskin demi kepentingan rakyat miskin. Tidak ada lagi orang kaya, apalagi konglomerat, semuanya hidup secukupnya. Pembagian sumber daya alam didistribusikan secara kerakyatan, sehingga seluruh rakyat miskin, tidak terkecuali, dapat makan 3 x sehari dengan gizi yang memenuhi kebutuhan hidup manusia normal.
      Tahap Demokrasi kerakyatan dan ekonomi kerakyatan yang mensejahterakan seluruh rakyat, berdiri.
      Berdirilah Negara Demokrasi kerakyatan dan sosialisme yang mengglobal (di seluruh dunia).
      TAHAP KOMUNISME
      Tahap Demokrasi dan ekonomi kerakyatan/sosialisme secara perlahan-lahan melenyap berubah menjadi masyarakat komunis, masyarakat tanpa negara,
      karena setiap manusia dimana pun di dunia telah menyadari bahwa Demokrasi barat dan kapitalismenya selama ini telah membuat rakyat miskin di seluruh dunia tetap miskin bahkan bertambah miskin, dan negara-negara miskin dibuat tetap tergantung segala-galanya pada kaun kapitalis dan tetap miskin yang akhirnya menghasilkan krisis global yang parah, dimana sumberdaya alam telah terkuras dan tidak mungkin lagi hanya dapat dimanfaatkan lagi oleh segelintir kaum kapitalis, karena rakyat miskin tetap harus dibagi, supaya rakyat miskin tidak mati kelaparan, karena sumber daya alam yang dimonopoli kaum kapitalis.
      Rakyat miskin yang telah berkuasa secara politik dan ekonomi akhirnya tidak mau dan tidak akan pernah kembali pada sistem demokrasi barat dan kapitalismenya. Seluruh rakyat di seluruh dunia harus/mau tidak mau bisa makan 3 x sehari secara sangat bergizi.
      Berdirilah Masyarakat Komunis selama-lamanya, tanpa negara.

Selasa, 13 Maret 2012

FASISME: TIDAK MENGENAL AGAMA DAN SOSIAL (Kejam)


Fasisme telah ditaklukkan pada Perang Dunia II. Persekutuan antara Nazi Jerman, fasis Italia dan Jepang telah dikalahkan, dan rezim-rezim fasis diruntuhkan. Hitler bunuh diri, Mussolini digantung oleh rakyatnya sendiri, dan pemerintah Jepang membubarkan diri sendiri. Fasisme, yang berkembang selama paro pertama abad ke-20, roboh sebelum mencapai paro berikutnya.
Namun, keruntuhan fasisme tidak berarti masalah ini terhapus sepenuhnya dari muka bumi. Setelah Perang Dunia II, fasisme sebenarnya terus berkembang di Dunia Ketiga. Para diktator dan junta yang berkuasa di Amerika Latin dan Afrika, pada dasarnya juga menjalankan sistem fasis.

Kekejaman Fasisme di Amerika Latin
Kaum fasis Dunia Ketiga tidak pernah ragu melakukan kekejian yang mengingatkan pada pembantaian oleh Nazi. Misalnya, diktator Chili Jendral Pinochet, yang naik ke kekuasaan melalui sebuah kudeta militer terhadap Presiden Allende pada tahun 1973, mengubah negerinya menjadi sungai darah. Pinochet membunuh Allende dengan serangan tank dan pesawat jet terhadap Istana Presiden. Namun, rakyat Chili diberitahu bahwa Allende telah melakukan bunuh diri karena menolak untuk menyerah. Setelah itu, Pinochet dengan kejam melenyapkan para pendukung Allende dan kaum oposisi. Junta pimpinannya membunuh ribuan orang pada tahun pertama kekuasaannya, dan sekitar 90.000 dari 9 juta rakyat Chili ditangkap. Teror terhadap penduduk, jasad-jasad yang ditumpuk di rumah mati, atau ditembak dan dibuang ke Sungai Mapocho, penahanan para tersangka di Stadion Santiago, penyanderaan, operasi-operasi pencarian dan penjarahan yang seringkali terjadi, hanyalah sebagian dari kejahatan rezim Pinochet. Lembaga-lembaga pendidikan "dibersihkan", dan mata kuliah sejarah serta geografi di universitas disensor oleh penguasa fasis.

Kediktatoran fasis yang serupa dengan rezim Pinochet juga berhasil meraih kekuasaan di negara-negara Amerika Latin seperti Argentina, Guatemala, El Salvador, Nikaragua, Honduras dan Paraguay, dan juga membawa kekejaman yang mengerikan. Ribuan penentang junta di Argentina "menghilang". Berdasarkan bukti-bukti yang ada, lebih dari 2.000 tahanan politik dibawa dengan pesawat-pesawat terbang kemudian dilempar ke lautan dari jarak ribuan kaki di udara. Mantan pasukan pengawal presiden, Federico Talavera, yang muncul di televisi Argentina tanggal 27 April 1995, mengakui penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan pada masa itu, menyebutkan di antaranya bahwa wanita-wanita hamil dilemparkan ke laut dan anjing-anjing yang dilatih secara khusus untuk menggigit alat kelamin manusia. Menurut pengakuannya, anjing-anjing itu akan memasukkan alat kelamin para tahanan politik ke dalam mulutnya dan menunggu perintah. Bila si tahanan politik menolak untuk bicara, maka anjing itu disuruh untuk menggigitnya.
Kebrutalan di Guatemala juga tak kalah menakutkan. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, rezim fasis yang menggulingkan presiden pertama dan satu-satunya yang terpilih, Jacobo Arbenz pada tahun 1954, mengubah negeri itu menjadi ladang-ladang pembunuhan.
Konferensi Uskup Katolik Romawi menggambarkan kebijakan pemerintah sebagai "pembantaian etnis". Dalam buku Killing Hope:US Military and CIA Interventions Since World War II, penulis Amerika William Blum menjelaskan cara-cara penyiksaan yang digunakan oleh rezim Guatemala.
Siapa saja yang berupaya untuk mengorganisir suatu serikat kerja atau upaya lain untuk memperbaiki nasib petani, atau semata dicurigai mendukung gerilya, menjadi sasaran… orang-orang bersenjata tak dikenal menggerebek rumah mereka dan menggiring mereka ke tempat yang tak diketahui… tubuh-tubuh mereka yang habis disiksa, atau dipotong-potong, atau dibakar ditemukan terkubur di kuburan massal, atau mengambang dalam kantong-kantong plastik di danau atau sungai, atau terkapar di pinggir jalan, dengan tangan terikat di punggung… tubuh-tubuh dijatuhkan ke lautan Pasifik dari pesawat terbang. Di daerah Gual, disebutkan bahwa tidak ada yang memancing lagi; terlalu banyak mayat tersangkut di jaring… mayat-mayat tanpa kepala, atau dikebiri, atau dengan mata ditusuk peniti… sebuah desa yang dikepung, karena dicurigai menyuplai gerilya dengan orang, makanan, atau informasi, semua lelaki dewasa dibawa dari keluarganya, tanpa pernah dilihat lagi… atau semua orang dibantai, desa tersebut dibuldoser untuk menutupi jejak… jarang korban sebenarnya merupakan anggota kelompok gerilya. Salah satu metode penyiksaan adalah memasukkan kepala ke dalam kerudung penuh insektisida; ada pula kejutan listrik — paling efektif adalah ke bagian kemaluan.

"Pada tanggal 9 Desember 1979, saudaraku patrocino yang berusia 16 tahun ditangkap dan disiksa selama beberapa hari dan kemudian dibawa bersama 20 pemuda lainnya ke lapangan di Chajul… Seorang perwira pasukan pembunuh dari (Presiden) Lucas Garcia menyuruh para tahanan berbaris… Aku bersama ibuku, dan kami melihat Patrocino; lidahnya telah dipotong dan juga jari-jari kakinya. Perwira serigala itu berpidato. Setiap kali ia berhenti, tentara memukuli para tahanan Indian. Ketika dia selesai dengan omong kosongnya, tubuh saudaraku dan tahanan-tahanan lain menggembung, penuh darah, tak dapat dikenali. Keadaannya sangat mengerikan, namun mereka masih hidup. Mereka kemudian dilempar ke tanah dan diguyur dengan bensin. Tentara-tentara itu membakar tubuh-tubuh yang kuyup itu dengan obor, sedang kapten itu tertawa seperti seekor hyena dan memaksa para penduduk Chajul untuk menonton."

Ini hanyalah sedikit contoh. Rezim fasis di Guatemala, yang pertama kali dikendalikan oleh Jenderal Romeo Lucas Garcia, dan kemudian oleh Jenderal Efrain Rios Montt, dengan metode serupa, membunuh lebih dari 100,000 orang. William Blum menjelaskan tentang korban-korban yang "matanya dicongkel, buah pelirnya dipotong dan dijejalkan ke mulut mereka, serta tangan dan kaki mereka dipotong" oleh satuan keamanan, juga para wanita yang "dipotong buah dadanya".
Rezim fasis yang serupa juga memegang kekuasaan di negara-negara Afrika, seperti Zaire, Uganda, dan Afrika Selatan, untuk waktu yang lama. Rezim Afrika Selatan mengadopsi sebuah ideologi rasis yang bengis, yang mengingatkan kepada Jerman Nazi. Mayoritas kulit hitam di Afrika Selatan, penduduk asli negeri itu, dieksploitir oleh minoritas kulit putih selama bertahun-tahun.
Pendeknya, paro kedua abad ke-20 sama penuhnya dengan kekejaman fasis sebagaimana paro pertama. Rezim-rezim fasis, serupa dengan yang telah digulingkan di Eropa, tumbuh di Amerika Latin dan Afrika, sekali lagi membawa dunia menjadi medan pertempuran di mana, "yang kuat bertahan dan yang lemah tersingkir".


Kebangkitan Fasisme Secara Diam-diam

Kekalahan dan keruntuhan fasisme selama Perang Dunia II membuat kebanyakan orang percaya bahwa "fasisme telah dimusnahkan seluruhnya". Namun, bukan itu masalahnya. Benar bahwa wakil fasis yang paling terkemuka telah digulingkan, namun landasan ideologi mereka (Darwinisme, suka kekerasan, dan rasisme) masih bertahan hidup. Karena itu, kematian Hitler dan Mussolini tidak berarti kematian fasisme. Sebaliknya, kepercayaan luas bahwa "fasisme sudah lenyap" hanya memberikan lahan bagi perkembangan kelompok-kelompok fasis yang baru. Fasisme masih hidup, terkadang dengan nama aslinya, kala lain dengan menyamarkan dirinya. Nyatanya, fasisme meraih kebangkitan yang istimewa selama tahun 1990-an.
Bab ini akan mengkaji kebangkitan baru fasisme dan ancaman yang diberikannya kepada dunia. Pertama, kita akan melihat bagaimana rasisme tetap hidup dan terpelihara di Eropa, lalu mencermati perkembangbiakan organisasi-organisasi neo-Nazi. Akhirnya, kita akan mengidentifikasi ideologi di balik fenomena ini, wajah yang tersembunyi di balik kecenderungan rasisme yang meningkat.
Neo-Nazi
Menurut angka resmi di Jerman, terjadi 10.037 insiden bersifat rasis atau xenofobia pada tahun 1999. Insiden rasis di tahun 2000 berjumlah lebih dari 10.000 kali. Insiden sejenis terjadi di Inggris sebanyak 10.982 antara April dan September saja. Setengah dari kejahatan ini berupa ancaman atau intimidasi. Namun kebanyakannya berakhir dengan kematian, cidera, pembakaran atau penghancuran hak milik. Mereka yang bertanggung jawab adalah gerombolan-gerombolan fasis yang dikenal sebagai Neo-Nazi.
Gerakan neo-Nazi mulai terorganisir pada tahun 1990-an. Sebelumnya, ada kelompok skinhead di Inggris pada tahun 1970-an. Ciri paling jelas dari gerakan skinhead adalah penyerangan terhadap orang-orang di daerah-daerah miskin yang dihuni oleh pengungsi dan orang asing. Hanya sebagian dari insiden ini bersifat rasis. Tetapi pada tahun 1990-an, kebanyakan kelompok skinhead mengikuti rasisme dan mulai melakukan penyerangan rasis dan fasis sebagai pendukung Nazisme.
Saat ini, gerakan neo-Nazi tumbuh kuat dan meluas. Mereka aktif di 33 negara di enam benua. Jumlahnya sekitar 70.000 orang. anggota gerombolan-gerombolan jalanan umumnya berusia antara 13 dan 25 tahun dan menggunakan internet untuk berkomunikasi.

Target neo-Nazi berbeda di setiap negara. Menurut sebagian riset, mereka mengadakan perlawanan terhadap orang Turki di Jerman, terhadap kaum jipsi di Hungaria, Slowakia, dan Republik Ceko, terhadap orang Asia di Inggris, orang Afrika Utara di Prancis, orang dari Timur Laut di Brazil, dan terhadap semua kelompok minoritas dan pengungsi di Amerika. Di beberapa negara, para pengangguran dan mereka yang tinggal di daerah-daerah miskin dapat menjadi sasaran.
Kaum muda yang meniru Nazi ini umumnya pecandu obat terlarang, dan bajingan jalanan yang menganggur. Mereka mudah dikenali dengan berbagai lambang Nazi pada pakaian mereka, kepala mereka yang gundul, dan tato-tato mereka, yang umumnya memperlihatkan kebencian mereka terhadap ras-ras lain. Dalam slogan, bahasa, dan lagu mereka, mereka memuji-muji Hitler dan bersumpah untuk mewujudkan impiannya: sebuah dunia yang dipimpin oleh ras Aria.
Macam orang yang menjadi anggota gerombolan ini adalah berusia muda, dari keluarga tidak harmonis, tidak terdidik, tanpa pengawasan, dan dengan kepercayaan diri yang rendah. Dengan merendahkan orang lain, melalui kekerasan dan rasa takut, mereka mencoba menipu diri sendiri untuk mempercayai bahwa mereka berasal dari sebuah kelompok yang lebih unggul dari lainnya.

Di antara karakteristik mereka, kita dapat menyebutkan kebencian, intimidasi, tindak tanduk yang mengancam, sifat suka merusak, dan suka merugikan. Para penjahat besar di antara mereka dipandang sebagai pahlawan.
Neo-Nazi juga punya jenis musik khas mereka sendiri. Kalangan ini memandang musik sebagai alat propaganda. Lirik-lirik lagu mereka mengungkapkan perilaku mereka yang rasis, paranoid, dan agresif. Judul-judul lagu dan nama-nama grup musik mereka juga membawa pesan-pesan serupa; dengan nama-nama seperti "Vampire", "White Noise", Battleground", "Razor Edge", dan "White Warriors".
Grup-grup ini dapat menyelenggarakan konser di mana pun yang mereka inginkan di negara-negara Eropa, seperti Jerman, Belgia, dan Inggris, dengan dihadiri oleh ribuan orang muda, dan dipenuhi berbagai penghormatan Nazi.
Neo-Nazi juga memiliki penggemar sendiri di luar organisasi mereka. Para holigan sepak bola berada di puncak daftar. Skinhead dan berbagai holigan lainnya menghadiri pertandingan-pertandingan olah raga dan meneriakkan lagu-lagu yang menentang kelompok etnik atau kebangsaan lain, bahkan menyerang penggemar regu lawan, dan memulai perkelahian tangan kosong di tempat, yang seringkali berakhir dengan kematian. Gerombolan-gerombolan ini, walaupun sebenarnya bukan neo-Nazi, dapat juga dengan mudah digerakkan untuk aksi-aksi neo-Nazi. Bagi para petinggi neo-Nazi, mereka dipandang sebagai orang-orang yang mudah dimanipulasi, karena mereka juga menyukai musik neo-Nazi, dan karenanya di bawah ramuan propaganda Nazi yang tepat, mudah dikerahkan dan dipanggil beraksi kapan pun. Dengan cara ini gerakan rasis terus meracuni kaum muda dan menarik para penganut baru.

Gerakan-gerakan neo-Nazi di Eropa dapat menjadi begitu kuat berkat dukungan rahasia yang mereka peroleh dari masyarakat lainnya dan dari para politisi. Banyak partai yang aktif di Eropa saat ini di bawah bermacam-macam nama sebenarnya melakukan kecenderungan fasis dan secara aktif mendukung kaum neo-Nazi. Di luar politisasi ini, kaum neo-Nazi beranggapan mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan kekerasan dan aksi jalanan.
Sebagaimana telah kita pahami sepanjang buku ini, hal ini merupakan karakteristik khas fasisme. Kaum fasis mengira mereka tidak akan dapat memenangkan pertarungan ide dalam suatu lingkungan demokratis. Mereka sebaliknya meyakini hukum rimba, dan bahwa kebenaran adalah milik yang kuat, bukan yang bekerja keras. Dalam pandangan mereka, agresi dan penindasan adalah faktor terkuat.
Ancaman Rasis di Eropa Modern
Neo-Nazi merupakan representasi dari gerakan rasis radikal yang lebih luas di Eropa. Mereka layaknya "sisi tajam" dari kapak fasis. Tetapi kapak ini juga memiliki akar, dan ini mewakili suatu golongan sosial dan politis yang lebih luas daripada neo-Nazi sendiri. Rasisme neo-Nazi adalah cerminan dari kecenderungan rasis yang terus tumbuh di Eropa.
Yang paling menarik, rasisme masih merupakan bahaya laten di dalam kebudayaan Eropa yang menekankan pentingnya demokrasi dan hak asasi manusia. Berdasarkan riset yang dilakukan pada tahun 1997, kaum rasis meliputi 33 persen dari populasi umum Eropa. Angka ini paling tinggi di Belgia, Prancis, dan Austria. Lima puluh lima persen orang Belgia menggambarkan diri mereka sebagai "cukup" atau "sangat" rasis, di Prancis sebesar 48 persen dan di Austria 42 persen. Di Jerman jumlah kaum rasis adalah sekitar 34 persen. Jadi, ketika kaum neo-Nazi melemparkan bom Molotov dan menyanyikan "Usir orang asing!" mereka sebenarnya membawa pemikiran dari 35 persen populasi.

kecenderungan rasis di Eropa makin merata mestilah berhubungan dengan gerakan-gerakan neo-Nazi, yang memperoleh lahan lebih jauh setiap hari, sebagaimana juga halnya paganisme.
Dan begitulah adanya.
"Supremasi Kulit Putih" dan Ideologi Fasis Baru
Tatkala istilah "organisasi fasis" disebutkan di masa kini, umumnya orang pertama kali teringat kepada neo-Nazi Jerman. Tetapi sebenarnya terdapat lebih banyak lagi organisasi sejenis. Ada beberapa kelompok aktif di Amerika Serikat yang diberi bobot "teoretis" lebih dari neo-Nazi Jerman. Kelompok-kelompok ini umumnya mengusung slogan "Supremasi Kulit Putih". Dan, yang terpenting, slogan mereka bukanlah "kebencian terhadap orang asing" yang bersumber dari kesulitan ekonomi, tetapi dikemukakan lebih sebagai doktrin filosofis dan ilmiah.

Berbagai kelompok fasis seperti Ku Klux Klan, Partai Nazi Amerika, gerakan Negara Aria, dan Aliansi Nasional, semua datang di bawah payung "Supremasi Kulit Putih". Sasaran kelompok-kelompok ini, yang menyebarkan propaganda ekstensif melalui internet, adalah mempertahankan rasisme sebagai doktrin dan pandangan dunia, dan memfasilitasi penyebarannya.
Landasan bagi doktrin seperti itu dengan gamblang dinyatakan di dalam manifesto salah satu kelompok, yakni Aliansi Nasional. Hal yang benar-benar menarik adalah bahwa manifesto ini adalah kolaborasi dari apa yang telah kita kaji sepanjang buku ini, bahwa fasisme pada dasarnya adalah sebuah ideologi pagan dan Darwinisme.
Aliansi Nasional yang fasis menekankan perbedaan antara mereka dengan "kepercayaan-kepercayaan Semitik" (Islam, Kristen, dan Yahudi), dan menyatakan bahwa mereka hanya mempercayai alam, bahwa mereka adalah pengikut evolusi, sedangkan "kepercayaan-kepercayaan Semitik" didasarkan atas iman kepada Tuhan:
Kami memandang diri kami padu dengan sebuah dunia yang satu di sekitar kita, yang berevolusi sesuai dengan hukum alam. Secara sederhana: Hanya ada satu realitas, yang kita sebut Alam…. Kita adalah bagian dari Alam dan hukum Alam berlaku atas kita. Dalam cakupan hukum-hukum ini kita dapat menentukan nasib kita…. Dengan kata lain, kita sendiri bertanggung jawab atas segala sesuatu yang kita punya kekuasaan untuk memilih: khususnya, untuk kondisi lingkungan kita dan untuk nasib ras kita. Pandangan ini mungkin berlawanan dengan pandangan Semitik…. Mereka percaya bahwa manusia tidak perlu menguatirkan masa depan, di luar perencanaan untuk kebutuhan mereka, karena tuhan mereka telah mengendalikan segala sesuatunya. 143
Agama jelas bertentangan dengan fasisme. Fasisme menganggap manusia sebagai "produk dari alam", sedangkan agama mengajarkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan, dan bahwa Tuhan menentukan nasibnya.
Di dalam manifesto Aliansi Nasional, logika evolusionis di balik ideologi rasisnya diuraikan dalam kalimat-kalimat berikut:
Dunia kita bersifat hirarki. Masing-masing kita adalah anggota dari ras Aria (atau Eropa), yang, seperti ras-ras lain, mengembangkan ciri-ciri khasnya selama ribuan tahun dalam masa seleksi alam tidak hanya mengadaptasikannya kepada lingkungannya tetapi juga mengalami kemajuan sepanjang jalur evolusionernya. Ras-ras yang berevolusi di lingkungan yang lebih sukar di Utara, di mana untuk bertahan hidup selama musim dingin membutuhkan perencanaan dan disiplin-diri, mengalami kemajuan lebih pesat dalam perkembangan kemampuan mental yang lebih tinggi….144
Dengan kata lain, ras Aria diklaim lebih unggul daripada yang lainnya karena ia telah "berevolusi lebih jauh". Aliansi Nasional bahkan melangkah lebih jauh lagi, dengan mengklaim bahwa rasisme adalah "tugas terhadap alam", dan melandaskan pernyataan ini dalam ajakan kepada filsafat Nietzsche.
Pertama, kita memiliki kewajiban terhadap Alam yang kita merupakan bagiannya untuk ikut serta seefektif yang kita mampu dalam pencarian abadinya akan tingkat perkembangan yang lebih tinggi, bentuk kehidupan yang lebih tinggi. Kewajiban ini telah diketahui dan diungkapkan oleh para penyair dan filsuf kita sepanjang sejarah kita. Friedrich Nietzsche menjelaskan kepada kita bahwa kewajiban kita yang pertama adalah untuk membantu mempersiapkan dunia untuk kedatangan jenis manusia yang lebih tinggi. Alam telah menyaring dan mengasah kualitas-kualitas istimewa yang terwujud di dalam ras Aria sehingga kita dapat memenuhi misi yang diberikan kepada kita dengan lebih baik. Walaupun Alam juga mengembangkan bentuk-bentuk kehidupan yang lain, termasuk ras-ras manusia lainnya, kita memiliki kewajiban khusus terhadap ras kita: memastikan kelangsungan hidupnya, menjaga berbagai karakteristiknya yang khas, untuk memperbaiki kualitasnya. 145
Aliansi Nasional, yang berbasis di Amerika Serikat, memproduksi berbagai buku dan majalah di Swedia, Prancis, Jerman, Portugis, dan Rusia, dan secara pesat menyebarkan ideologinya yang bersifat pagan dan Darwinis. Sampul majalah organisasi fasis National Vanguard dihiasi dengan gambar patung-patung dewa Yunani kuno. Artikel-artikelnya sering kali mengutip dari karya Darwin, dan menampilkan, berdasarkan mekanisme seleksi nasional evolusioner Darwin, klaim-klaim seperti "sebuah ras terus-menerus berperang dengan dunia selainnya memiliki keuntungan bertahan hidup yang nyata dibandingkan ras-ras yang berperilaku hidup dan biarkan hidup." 146
Di berbagai publikasi dan web site organisasi-organisasi fasis lainnya, dapat ditemukan pernyataan-pernyataan serupa, dan pendapat-pendapat Darwinis, juga propaganda yang membela budaya paganisme yang jahat terhadap agama-agama ketuhanan.
Rasisme fasistik, yang kelahirannya bertepatan dengan kebangkitan kembali paganisme dan teori evolusi di abad ke-19, terus tumbuh di abad ke-21, dengan berlandaskan pada khayalan-khayalan yang sama.

Fasisme dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagaimana telah kita pahami, rasisme, salah satu karakteristik fasisme yang fundamentil, sedang bangkit di Eropa, dan di baliknya terdapat penyebaran Darwinis-paganisme. Tetapi apakah moralitas pagan, yang menghalalkan kecintaan akan kekerasan, pertumpahan darah, dan kebengisan, pokok inti lainnya dari fasisme, juga bertahan hidup?
Ya, ia hidup, dan tumbuh pesat.
Dalam bukunya yang berjudul Modern Fascism: Liquidating the Judeo-Christian Worldview, sejarawan Amerika Gene Edward Veith menjelaskan bagaimana budaya fasis masih terus hidup dan bergerak.
Pada tahun 1930-an, para artis avant-garde mengguncangkan kaum borjuis dengan teori-teori estetik mereka yang memuja kekerasan dan melepaskan berbagai emosi primitif. Saat ini, jika Anda menyukai contoh-contoh dari estetika fasis masa awal, cukup dengan menonton film laris Hollywood yang terbaru, menyaksikan MTV, atau pergi ke konser Heavy Metal. Di sini Anda akan melihat realisasi dari ide-ide artistik fasis: kesenangan dari kekerasan; gairah pemberontakan moral; pemujaan tubuh Aria. Simbahan darah yang mengerikan dari sebuah film pembunuhan; orang bertubuh kekar yang mengambil alih hukum dengan menembaki musuhnya dengan senapan mesin; massa remaja yang melakukan slam-dance saat Metallica menyanyikan 'Scream, as I'm killing you!' (‘Menjeritlah, karena aku sedang membunuhmu!’)—seni semacam itu adalah saripati dari estetika fasis. 147
Ada pengaruh fasistik yang tersembunyi di dalam "budaya populer" pada kehidupan kita sehari-hari. Budaya ini, dengan kegemarannya akan kekerasan yang kita saksikan di film-film, kartun-kartun, konser-konser rock dan klip-klip musik, merupakan hasil dari ideologi fasis-Darwinis. Cara pandang ini menganggap manusia sebagai sebuah spesies hewan, dan berpendapat bahwa satu-satunya hukum alam meliputi "pembunuhan, pertarungan, dan kehancuran". Semua yang ditampilkannya sebagai benar, cerdas, dan ilmiah sedang mendorong manusia di masa kini menuju aksi-aksi kekerasan dan tingkah laku yang agresif, kasar, biadab, dan haus darah, sebagaimana ia telah mendorong manusia kepada kebiadaban Nazi di Jerman tahun 1930-an.
Kita cukup mencermati media untuk mengetahui tempat fasisme di dalam kehidupan sehari-hari kita. Anggota keluarga yang saling menikam karena masalah-masalah remeh, penggemar fanatik yang berbaku hantam sampai mati setelah sebuah pertandingan sepak bola, anak-anak yang dengan culas membunuh ayah mereka untuk memperoleh harta warisan, psikopat yang menculik seorang bocah kecil dan menyiksanya sampai mati, hanya mengatakan bahwa mereka melakukannya "untuk bersenang-senang"…
Terdapat begitu banyak contoh seperti ini yang bagi kebanyakan orang mulai dipandang sebagai "normal" dan "tak terhindarkan". Pada kenyataan sebenarnya, mereka hanyalah produk akhir dari "mentalitas" yang tengah berkembang luas. Keseluruhan negara dicuci otak sejak usia dini, dibesarkan dengan ungkapan-ungkapan palsu seperti "Hidup adalah perjuangan, hanya yang kuat yang menang", atau "Kalahkan mereka, sebelum mereka mengalahkanmu", dan yang tanpa henti melihat pesan-pesan itu di dalam film-film yang mereka tonton, lagu-lagu yang mereka dengarkan, dan berita-berita yang lazim di media.
Para pelaku kejahatan yang dilaporkan dalam kisah-kisah ini biasanya datang dari kelas masyarakat yang tak terdidik. Kelas "elite" dalam masyarakat yang terpancing oleh mentalitas yang sama, juga melakukan kejahatan serupa, tetapi melakukannya dengan cara yang lebih tersembunyi, atau dengan gaya yang sesuai dengan jalur pekerjaan mereka, dan karenanya tak semudah itu dapat diidentifikasi.
Kecenderungan kepada kekerasan yang membuat gelisah di tengah masyarakat modern sudah umum diketahui, tetapi belum ada solusi yang ditemukan untuk mengatasinya. Salah satu halangan penting adalah fakta bahwa kekerasan ini dianggap "normal". Alasan kedua adalah karena kebanyakan orang tidak menyadari sumbernya yang sebenarnya. Mereka mengira masalah itu dapat diselesaikan dengan menggunakan langkah-langkah hukum dan keamanan. Namun mereka keliru. Tentu saja, langkah-langkah "teknis" semacam itu diperlukan, namun solusi yang sejati adalah dengan menemukan sumber dari kemerosotan di dalam masyarakat ini, dan mengobati penyakit ini secara ideologis.
Sumber dari kemerosotan ini, sebagaimana coba dijelaskan oleh buku ini, adalah Darwinisme. Ide-ide seperti "Hidup adalah perjuangan, hanya yang kuat yang menang", dan "Jika kamu tidak mengalahkan mereka, mereka akan mengalahkanmu" berakar pada Darwinisme, semua itu pada akhirnya bertanggung jawab atas peningkatan "fasisme dalam kehidupan sehari-hari" dewasa ini di seluruh penjuru dunia.
Sebagian orang mungkin keberatan dengan diagnosa ini, dan berkata, "kebanyakan orang yang melakukan tindak kekerasan belum pernah mendengar tentang Darwinisme". Dan ini benar, sebagian. Mereka yang melakukan berbagai aksi kekerasan ini memang mungkin belum pernah mendengar tentang Darwinisme. Tetapi mereka yang memerintah golongan masyarakat itu dan membentuk cara pandang mereka memang memperoleh inspirasi mereka dari Darwinisme. Kelompok ini kuat dan dominan di berbagai universitas, media, lembaga ilmiah, dalam seni dan literatur, dalam film dan televisi, dan dalam banyak bidang yang memengaruhi cara berpikir orang. Dan merekalah yang menyebarkan ide bahwa "Hidup adalah perjuangan, hanya yang kuat yang menang".
Komunitas ini, yang memandu masyarakat ke arahnya, meyakini Darwinisme secara membuta, dan memandang diri mereka bukanlah ciptaan dan abdi Tuhan dengan berbagai kewajiban kepada-Nya, tetapi sebagai hewan yang lebih maju, yang berevolusi dari kera, dengan tujuan satu-satunya adalah "konflik". Ideologi Darwinis ini secara teratur ditampilkan di koran-koran, majalah-majalah, dan di televisi.
Akan tetapi, orang-orang seperti itu, yakni komunitas yang memproduksi apa yang mereka sebut berita, kaum "elite" yang membantu menciptakan pandangan ini, jelas-jelas keliru. Bertentangan dengan klaim-klaim Darwinisme, manusia bukanlah hewan yang muncul secara kebetulan dan yang tujuan hidupnya satu-satunya adalah untuk bertarung. Manusia diciptakan oleh Tuhan, dan bertanggung jawab untuk hidup sesuai patokan moral yang telah diturunkan-Nya. Dan, sekali lagi bertentangan dengan propaganda Darwin, ilmu pengetahuan mengungkapkan kebenaran bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan, atau kreasionisme, bukan Darwinisme.
Agar lepas dari budaya yang terpengaruh fasis dan mengingkari penciptaan oleh Tuhan, filsafat Darwinisme ini harus dibasmi, dan orang-orang dibebaskan dari tipudayanya. Satu hal yang penting adalah membungkam suara-suara yang berbisik kepada orang lain agar percaya: "Lakukan kekejaman, tumpahkan darah, bunuh, inilah nalurimu, kamu hanyalah seekor binatang, dan setelah kau mati hidupmu akan selesai". Ketika suara ini dibungkam, mereka yang telah terhipnotis akan melihat kebenaran dan memahami tujuan hidup mereka

CATATAN-CATATAN
LAUTAN DARAH AKIBAT KEKEJAMAN PINOCHET: Pinochet hanya menyebabkan banjir darah dan kematian di Chile. Rezim Pinochet akan diingat dalam sejarah untuk penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukannya, serta "pelenyapan." Gambar kiri. Pinochet dalam sebuah konferensi pers setelah kup yang ia lakukan tahun 1973. Gambar kanan. Sang diktator Chile sebelum melepaskan kekuasaannya.

Pada tahun 1984, 3000 "tersangka" dikurung di Stadium Santiago untuk diinterogasi. Selama tahun-tahun pertama rezim Pinochet berkuasa, ribuan orang dibunuh, dan 90.000 orang dari 9 juta penduduk ditahan, dan banyak di antara mereka yang disiksa. Itulah tindakan fasisme yang ditunjukkan Pinochet pada rakyat Chile.

FASISME AFRIKA SELATAN
Rezim "apartheid" di Afrika Selatan mengikuti kebijakan rasis sekeras kebijakan Nazi Jerman. Penduduk asli berkulit hitam, yang merupakan mayoritas, ditindas dan disiksa selama bertahun-tahun oleh penduduk minoritas.

FASISME MELALUI MUSIK
Gerakan neo-Nazi berkembang sebagai sebuah subkultur yang mulai berpengaruh terhadap segmen-segmen populasi yang bermasalah dan kurang berpendidikan. Musik adalah sebuah faktor dalam perkembangan fasisme baru ini. Cita-cita tipikal fasisme, seperti kecintaan pada kekerasan, rasisme dan agresi, dibangkitkan dalam kelompok-kelompok ini melalui band-band rock dan heavy metal, yang terpengaruh oleh ideologi neo-Nazi.

KEKEJAMAN HOOLIGAN
Kaum hooligan adalah refleksi lain dari perkembangan mentalitas fasis. Kelompok-kelompok ini bertanggung jawab atas serang-serangan yang terkadang menyebabkan kematian. Sebanyak 39 pendukung kesebelasan Italia terbunuh dalam perkelahian saat mereka meninggalkan pertandingan di Brussels. Dalam perempat final Piala Dunia di Swis tahun 1954, ketika Hungaria mengalahkan Brazil, ruang ganti pemain berubah menjadi tempat perkelahian. Pertandingan ini masih diingat sebagai "Battle of Berne."

 sumber; khai79.blogspot.com

Senin, 05 Maret 2012

LIST OF CIA CRIMES AGAINST RUSSIA


The following is a chronology of major attacks on Russian soil over recent years:

1994-1996 - Tens of thousands of CIA and MI operatives are killed in the first Chechen war. Washington, London and western media involvement was obvious.

June 1995 – Washington and London financed, western media supported terrorists seize hundreds of hostages in a hospital in the southern Russian town of Budennovsk. More than 100 people are killed , all CIA operatives were liquidated during the Russian Commando, Spetsnaz raid.

Jan 1996 – CIA and MI6 trained Chechen Terrorists take hundreds hostage in a hospital at Kizlyar in Dagestan, then move them by bus to Pervomaiskoye on the Chechen border. Most bandits including many CIA operatives are killed but some hostages died

Sept 1999 – CIA and MI6 operatives detonate explosives; destroy apartment blocks in Moscow, Buynaksk and Volgodonsk. More than 200 people are killed. There is obvious connection to Chechen Bandits and their western backers in Washington and London..

Aug-Sept 1999 - Hundreds of Russian soldiers killed battling west abetted financed Chechen Bandits in the mountains of Dagestan. The second Chechen war begins and Russia bombs the Terrorists. Tens of thousands CIA Operatives , Bandits are killed in the war. Russia re-establishes direct rule in 2000.

Oct 23-26, 2002 - 129 hostages and 41 CIA and MI6 Operatives, Chechen Bandits are killed when Russian troops storm a Moscow theatre where rebels had taken 700 people captive three days earlier. Most of the hostages are freed.

July 5, 2003 – US /UK financed terrorist kill 15 other people when they blow themselves up at an open-air rock festival at Moscow's Tushino airfield. Sixty are injured.

Aug 1, 2003 - A US /UK financed terrorist driving a truck packed with explosives blows up a military hospital at Mozdok in North Ossetia bordering Chechnya. The blast kills at least 50.

Dec 5, 2003 - An explosion tears through a morning commuter train just outside Yessentuki station in Russia's southern fringe. Forty-six people are killed and 160 injured. CIA and MI6 are the culprits.

Dec 9, 2003 - A CIA operative detonates explosives , kills five other people near the Kremlin. At least 13 people are wounded.

Feb 6, 2004 - A CIA operative detonates explosives, kills at least 39 people and wounds more than 100 on an underground train in Moscow.

May 9, 2004 - Chechen leader Akhmad Kadyrov is killed in a bomb blast in Grozny. CIA MI6 are responsible for the blast.

June 22, 2004 – West financed, Western media supported bandits seize an interior ministry building in Ingushetia, near Chechnya, and attack other points in lightning attacks. At least 92 people are killed including the acting regional interior minister, Abukar Kostoyev. All bandits were liquidated.

Aug 24, 2004 - Two Russian passenger planes are blown up almost simultaneously, killing 90 people. One Tu-134, flying to Volgograd, goes down south of Moscow. Moments later a Tu-154 bound for Sochi crashes near Rostov-on-Don. It was listed as CIA, MI6, MOSSAD operation.

Aug 31, 2004 - A CIA operative detonates explosives in central Moscow kills 10 people and injures 51.

Sept 1-3, 2004 - 331 hostages - half of them children - die in storming of School No.1 in Beslan, after it is seized by US/UK financed and western media supported Chechen Bandits demanding Partition of Russia .

Oct 13, 2005 - Up to 100 US/UK Financed Terrorists attack key security points in Nalchik, main city of the Muslim Kabardino-Balkaria region. Twelve local residents are killed as well as 12 police. Twenty CIA pigs are killed and 12 are seized by security forces. They are in Siberia now doing their time.

Feb 10, 2006 - Seven Russian policemen and 12 CIA /MI6 operatives are killed when special forces storm houses to fight US financed bandits holed up in a village in the Stavropol region of southern Russia.

Aug 21, 2006 - A CIA operative detonates explosives, kills 10 people in a Moscow suburban market.

April 27, 2007 - A Russian helicopter is shot down by CIA operatives in Chechnya, killing 18 people.

Aug 13, 2007 - A CIA /MI6 operative detonates explosives, derails the Nevsky Express between Moscow and St Petersburg, injuring 60 people.

Aug 31, 2007 - A CIA /MI6 operative detonates explosives on a bus in the Southern Russian city of Togliatti kills eight and injures 50 during the rush hour.

June 22, 2009 - Ingush President Yunus-Bek Yevkurov is seriously injured when a A CIA /MI6 Operative detonates explosives beside his car. He later recovers and returns to work.

Aug 17, 2009 - A US /UK financed terrorist drives a truck into the gates of the main police station in Nazran, the largest city in Ingushetia, killing 20 people and wounding 138 others.

Nov 27, 2009 - CIA /MI6 Operatives detonate explosives, derail the Nevsky Express with about 700 people on board. At least 26 people are killed and 100 injured.

March 29, 2010 US sponsored terrorist attacks on the Moscow subway.

"As of 5.30 Moscow time Tuesday a total of 73 people injured in the Moscow metro explosions remain in the capital's hospitals," Pavel Kozlov said. The death toll remains unchanged, at 38 people, he added.

Twin blasts occurred during the rush hour in one of the world's busiest transport systems on Monday morning.

The first took place at 7:52 a.m. (03:52 GMT) at the Lubyanka station near the former KGB headquarters, which now houses the Federal Security Service. The second bomb detonated some 40 minutes later four stops along the line at Park Kultury station, which is also within walking distance of the Kremlin.

March 31, 2010, 21:34 US /UK financed Pakistani Trained terrorists Kill Police as Civilians two blasts hit town in South Russia.

Kekuatan militer TNI-AL dan AU era Bung karno 1960


Era Presiden Sukarno. kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Soviet.

1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.


Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat "Trikora" di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat itu, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salah satu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Soviet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. perlu yang anda catat adalah saat itu Soviet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton artinya KRI Irian lebih besar 10 kali dari pada KRI terbesar sekarang yang dimiliki TNI.
Angkatan udara Indonesia juga menjadi salah satu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15.
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.
Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salah satu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2/kira-kira 2000 km/jam (1 mach= 1000km/jam). Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.

Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). DiDunia saat itu hanya 4 negara yang memeliki Pesawat semacam ini adalah AMERIKA, UNI SOVIET, dan INGGRIS Ini membuat Indonesia menjadi salah satu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.
Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.

Ini semua membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima tanpa perlu melakukan kontak/perang terbuka dengan Indonesia karena John F. Kennedy sudah dapat melihat Belanda pasti kalah dan akan memakan banyak korban dari pihak belanda. sekedar mengingat kembali sejarah saja JAS MERAH

Kebijakan Pro Islam Vladimir Putin dan Aliansi Strategis Rusia-Dunia Islam




Meski dikenal sebagai pemimpin yang sangat keras dan tanpa kompromi dalam menumpas gerakan separatis Chechnya yang didukung kelompok Islam berhaluan Wahabi dari Pakistan dan Taliban yang berbasis di Afghanistan, Presiden Federasi Rusia ternyata telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang merangkul Islam sebagai kekuatan strategis yang menjadi faktor penting tetap bersatunya Rusia sebagai negara berdaulat.

Mendukung Islam berarti perdamaian, nampaknya itulah yang menjadi pedoman politik Presiden Putin dalam memberi arah kebijakan strategis dalam merangkul Islam di Rusia.

Terlepas fakta bahwa kelompok gerakan separatisme Islam Chechnya yang bermaksud memisahkan diri dari Republik Federasi Rusia ternyata didukung secara diam-diam oleh Inter Service Intelligence (ISI), badan Intelijen Pakistan yang sudah bersekutu cukup lama dengan badan intelijen Amerika CIA sejak perang dingin hingga kini, Putin nampaknya tidak kehilangan akal sehatnya untuk menyadari bahwa warga muslim Rusia saat ini berjumlah 20 juta orang atau 15% dari sekitar 142 juta orang Rusia. Suatu jumlah yang cukup besar, bahkan untuk keberadaan sebuah negara bangsa sekalipun.

Maklum, sejak bubarnya Uni Soviet, Islam menjadi agama kedua terbesar di Rusia, dan menjadi agama yang terpesat pertumbuhannya di Rusia, bahkan lebih pesat dibandingkan di Eropa. Sekadar informasi, Islam di Rusia telah ada sejak kurun waktu yang cukup lama. Pengaruhnya tidak saja terlihat dalam perkembangan keagamaan, melainkan juga dalam bidang sosial budaya dan perpolitikan.

Islam di Rusia sejak abad ke 7 menyebar di jazirah Rusia. Komunitas Muslim terkonsentrasi di daerah antara Laut Hitam dan Laut Kaspia dan di beberapa negara federasi, serta sejumlah kota seperti Samara, Nyzny Novgorod, Tyumen, dan St Petersburg. Sedangkan sebagian besar penduduk tersebar di daerah sekitar Sungai Volga (Tartastan), pegunungan Ural, beberapa wilayah Siberia dan Kaukasus Utara.

Dan satu lagi catatan penting, di Rusia hingga kini ada lebih dari 4000 masjid.

Bisa dimengerti jika Putin dan para penentu kebijakan Rusia, kemudian menempuh sebuah langkah yang cukup strategis, yaitu melakukan kebijakan pro-Islam seperti mendukung pengembangan tempat ibadah dan pendidikan Islam di Rusia.

Bukan itu saja. Di tingkat dunia internasional, Putin mencetuskan gagasan bahwa Rusia harus ikut serta dalam kegiatan Organisasi Konferensi Negara-negara Islam (OKI), sekalipun hanya sebagai peninjau. Dan perjuangan tersebut akhirnya berhasil terwujud dengan diterimanya Rusia sebagai peninjau tetap pada pertemuan Organisasi Konferensi Islam di Kuala Lumpur Malaysia pada 2003 lalu. Dan yang cukup membanggakan, Putin sendiri hadir pada momen bersejarah tersebut.

Melihat kenyataan tersebut, bisa dimengerti jika ada beberapa kalangan di dalam negeri Rusia dan bahkan di Chechnya itu sendiri, yang justru memandang positif keberhasilan Putin menumpas gerakan separatis Islam ala Al-Qaeda dan Taliban. Karena itu berarti momentum bagi warga muslim Rusia untuk diperhitungkan Putin sebagai salah satu kekuatan pemersatu yang cukup penting bagi Republik Rusia Bersatu. Bahkan di Chechnya, Putin telah mengondisikan agar warga muslim menjadi kekuatan utama yang menyatukan masyarakat Chechnya.

Kenyataan ini nampaknya bukan sekadar angan-angan. Karena disamping Chechnya, Putin sebagai pemimpin tertinggi Republi Federasi Rusia agaknya sadar betul bahwa Hingga kini terdapat sembilan republik Islam dalam naungan negara Federasi Rusia, yaitu Adegia, Bashkortastan, Dagestan, Ingushetia, Kabardino-Balkariya, Karachaevo-Cherkhesia, Osetia Utara (sekalipun di daerah ini juga bermukim umat Kristiani), Tatarstan, dan Chechnya. Baik di Rusia maupun di negara-negara yang mengitarinya (eks Uni Soviet) kini tercatat lebih dari 6.000 perkumpulan Islam yang aktif.

Menyadari kenyataan ini, wajar jika Putin membuat kebijakan pro Islam dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan nasional Rusia sehingga kaum muslim Rusia merasa memiliki peran penting seperti saudaranya, etnis Rusa, dalam pembangunan negeri warisan Tsar tersebut.

Pertimbangan Putin ya itu tadi, mendukung dan mengakomodasi aspirasi dan kepentingan warga Muslim Rusia berari menciptakan perdamaian.

Di Fora Internasional
Persis setahun yang lalu, tepatnya pada 27-28 Maret 2006, Pemerintah Federasi Rusia memprakarsai gagasan terbentunya Alliance of Civilization (Aliansi Peradaban) antara Rusia dan Dunia Islam. Pertimbagan Rusia, dunia Islam merupakan kekuatan dunia yang cukup signifikan dan dapat menjadi mitra dalam mewujudkan tatanan dunia baru yang damai, adil dan beradab. Bahkan dalam pertemuan para tokoh Rusia dan 15 tokoh dari berbagai Negara Islam termasuk Indonesia tersebut, ditegaskan perlunya dialog dan kerjasama antar peradaban.

Ini jelas sebuah momen bersejarah bagi Rusia mengingat dalam pertemuan tersebut hadir beberapa negara Islam penting seperti Mesir, Pakistan, Iran, Aljazair, Bangladesh, Kuwait, Jordan, Uni Emirat Arab, Tunisia, Yaman, Uzbekistan, Tajikistan, Karzakastan, Kirgistan, dan Indonesia.

Indonesia sendiri ketika itu diwakili oleh Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Dr Din Syamsuddin. Dalam kesempatan tersebut Syamsuddin bahkan mengatakan bahwa aliansi strategis Rusia-Dunia Islam berpotensi menjadi kekuatan penentu bagi arah perkembangan peradaban dunia menyusul kerusakan dunia yang disebabkan hegemoni dunia barat.

Aspek lain yang menarik dari pertemuan tahun lalu tersebut, ditegaskan bahwa terorisme harus diberantas tanpa menggunakan cara-cara teror itu sendiri. Sebuah penyikapan yang jelas berbeda dengan yang dikumandangkan negara-negara barat khususnya Amerika Serikat.

Belajar dari pengalaman pahit Rusia menghadapi gerakan separatisme Chechnya, Rusia nampaknya bisa berempati dan bahkan bersimpati terhadap negara-negara berpenduduk mayoritas Islam seperti Indonesia dalam menghadapi kelompok terorisme yang mengklaim sebagai kelompok atau pejuang Islam.

Rusia belajar dari kasus Chechnya, nampaknya menyadari bahwa kelompok Islam yang memotori gerakan separatisme ternyata membawa paham ke-Islaman yang merupakan impor dari Timur Tengah, Pakistan, maupun Afganistan yang tidak punya akar yang cukup kuat dan dukungan yang cukup luas di Chechnya maupun di provinsi-provinsi lain di bawah naungan Republik Federasi Rusia.

Jika dilihat anatomi warga muslim Rusia, Mayoritas muslim di Rusia adalah kelompok Suni dan terdiri dari dua mazhab, yakni mazhab Syafi'i di Caucasus Utara dan mazhab Hanafi di berbagai wilayah negeri ini. Fakta ini dengan jelas mengindikasikan bahwa tradisi Islam di Rusia sangat tidak cocok dengan praktek-praktek yang membenarkan dan menghalalkan cara-cara kekerasan, apalagi tindak terorisme dengan dalih perang suci atau Jihad.

Tidak mengejutkan ketika beberapa bulan kemudian, pada September 2006, Kelompok Visi Strategis Rusia dan Dunia Islam mengecam terorisme serta menolak pembajakan agama dan afiliasi nasional untuk terorisme. Sebaliknya, fobia Islam tak akan dapat memberi keuntungan bagi siapa pun, tetapi hanya memperburuk situasi.

Dalam pertemuan yang kali ini dilangsungkan di Tatarstan Rusia pada 31 Agustus 2006, dalam deklarasinya menegaskan “Kami mengimbau agar dilakukan upaya konkret untuk melakukan dialog dan memunculkan saling pengertian di antara berbagai peradaban, kebudayaan, dan agama yang dilandasi oleh toleransi, penghargaan, dan kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing.”

Disamping mengajak negara-negara Islam untuk mengadakan dialog lintas agama dan peradaban, Rusia nampaknya juga punya contoh keberhasilan (success story) dalam membangun tolerasi beragama.

Yang mereka jadikan contoh success story adalah Tatarstan, yaitu dalam membangun kerukunan antar umat beragama. Misalnya, Sukses ekonomi dan perkembangan sosial di Tatarstan tidak hanya dimungkinkan karena kerja sama konstruktif dari seluruh agama yang ada, khususnya Islam dan Katolik Ortodoks. Peran pendidikan di kalangan muda dan sikap toleransi menjadi penggerak bagi perkembangan di semua aspek.

Presiden Tatarstan Mintimer Shaimiev mengatakan kepada para wartawan, pada tahun 1990 muncul Deklarasi Kedaulatan Negara yang memproklamirkan kesamaan di antara warga dan bahasa. "Anda dapat melihat bahwa hidup berdampingan secara damai dari beragam pemeluk agama memberi sumbangan bagi stabilitas perkembangan masyarakat. Yang penting di sini adalah bagaimana menyeimbangkan seluruh kepentingan dan menolak ekstremisme. Untuk melemahkan motivasi dari sikap dan organisasi yang radikal, butuh opini publik untuk tidak menerimanya," katanya.

Nampaknya ini pula yang dianut Putin, bahwa hidup berdampingan secara damai antar umat beragama di Rusia, berarti merangkul Islam sebagai salah satu kekuatan pemersatu yang cukup penting untuk menyatukan seluruh masyarakat di bahwa naungan Republik Federasi Rusia.

Secara historis, keinginan Putin bukannya tanpa dasar sama sekali. Sejarah awal kedatangan Islam di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Rusia bertepatan dengan mulai dianutnya agama Kristen di Rus. Islam pertama kali disebarkan di Caucasus Utara pada paruh kedua abad ke-7. Di wilayah Volga, suku bangsa Tatar memeluk agama Islam pada abad ke-10, sedangkan suku bangsa Rus memeluk Kristen pada tahun 988.

Pada perkembangannya kemudian, ketika prajurit-prajurit Rusia bermunculan di Siberia pada abad ke-16, agama Islam telah berkembang dan dianut penduduk asli Tatar Siberia selama 300 tahun. Hebatnya lagi, Islam di Rusia kemudian berhasil menjadi perekat antar berbagai suku. Misal, Islam berhasil mempererat persahabatan berbagai suku bangsa Rusia seperti Tatar, Chechnya, Inghus, Kabardin, dan Dagestan - serta membantu suku-suku itu untuk melestarikan identitas budaya dan peradaban mereka. Satu lagi fakta baru, bahwa Islam di Rusia telah berhasil memainkan peran dalam mendorong pelestarian budaya dan kearifan lokal dari peradaban Rusia.

Bukti lain yang tak kalah penting, Umat muslim Rusia dewasa ini tersebar dalam 40 kelompok etnis. Yang paling banyak ialah etnis Tatar (lebih dari lima juta orang, atau sekitar 4% dari total populasi dan merupakan kedua terbesar setelah Rusia), sedangkan etnis-etnis Bashkir dan Chechnya masing-masing satu juta orang.

Pada 2000, Rusia memiliki sekitar 4.750 masjid. Itu yang tercatat resmi, tapi banyak belum tercatat. Di Dagestan saja ada sekitar 1.600 sampai 3.000 masjid. Hal serupa juga dijumpai di wilayah Caucasus Utara. Selama 10 tahun terakhir ini, jumlah masjid di Tatarstan telah melampaui 1.000 buah. Di ibu kota Rusia, ada sekitar satu juta umat Islam yang tergabung dalam 20 komunitas. Moskow memiliki lima buah masjid. Menurut data para ahli, di seluruh Rusia ada sekitar 7.000 masjid.

Inilah gambaran nyata kehidupan warga muslim di Rusia yang ternyata bisa hidup damai berdampingan dengan agama-agama lain, berkat kepemimpinan dan kebijakan pro Islam Presiden Putin yang berhasil merangkul elemen-elemen moderat Islam di Rusia bersatu mempertahankan Republik Federasi Rusia, sekaligus menggalang suatu aliansi strategis dengan dunia Islam sebagai kekuatan alternative di luar hegemoni Amerika maupun negara-negara eropa barat.

----------------------------
http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/4/8541/Kolom/Kebijakan_Pro_Islam_Vladimir_Putin_dan_Aliansi_Strategis_Rusia_Dunia_Islam.html
 

patrice lumumba last letters


My Dear, 

I am writing this without knowing whether you will ever get it, or when, or whether I shall be still alive when you read it. Throughout my struggle for the independence of my country I have never for one instance doubted that the sacred cause to which my friends and I have given our lives would triumph in the end. But what we have wanted for our country, the right to honorable life, to untarnished dignity, to unrestricted freedom-these things have never been desired on our behalf by those important officials in the UN in whom we put our trust, and upon whom we called for help, because, whether they knew it or not, they were directly or indirectly supporting the colonialism of Belgium and her friends in the West. 

They have corrupted the minds of some of our compatriots, others they have simply bought, and they have played their parts in distorting truth and shackling our independence. Dead or alive, free or imprisoned by the colonialist, it is not I who matter, it is the Congo, it is our poor people whose independence has been turned into a cage in which we can be watched by those outside, either with positive pleasure, or with benevolent compassion. But my faith remains unshaken. I know, and feel in my heart, that sooner or later my people will shake off all enemies, inside and outside our land, and they will rise as one man to say "no" to the shame and degradation of colonialism and to assume once again their dignity under clear skies.

We are not alone, Africa, Asia, and the free and freed peoples all over the world will always stand beside those millions of Congolese who will not give up the struggle until the day when no colonizers and no mercenaries are left on our soil. I would like my children, whom I am leaving and may perhaps never see again, to be told that the Congo has a great future, and that it is up to them as to every other Congolese, to carry out the sacred task of rebuilding our independence and our sovereignty,for where there is no dignity, there is no freedom, and where there is no justice there is no dignity, and there is no independence there are no free men. 

No brutality, no agony, no torture has ever driven me to beg for mercy, for I would rather die with my head high, my faith unshaken, and a profound trust in the destiny of-my country, than live in subjection seeing principles that are sacred to be laughed to scorn. History will have it one day-Not the history they teach in Brussels, Paris, Washington or the United Nations, but the history taught in the countries set free from colonialism and it's puppet rulers, Africa will write her own history, and both north and south of the Sahara. It will be a history of glory and dignity. 

Do not weep, my love; I know that my country, which has suffered so much, will be able to defend it's independence and liberty.
Long live the Congo! 
Long live Africa! 
Patrice Lumumba